NCIE News

Picture of R. Zain, NCIE Team
Melayani jasa Trainer, Consultant dan Developer PEDAGOGICAL ELEARNING
by R. Zain, NCIE Team - Tuesday, 14 August 2018, 2:31 PM
 

NCIE melayani pembuatan database pedagogical elearning untuk perguruan tinggi sekaligus pelatihan pedagogic skills manajemen perkuliahan berbasis elearning dan standar mutu/penjaminan mutu elearning dengan biaya yang sangat terjangkau dan kualitas handal.

Info mengenai layanan tersebut silahkan klik http://ncie.or.id


Available courses

Mata kuliah ini bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa melalui penguasaan konsep media pembelajaran, landasan dan prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran, manfaat media pembelajaran, klasifikasi dan karakteristik media pembelajaran, pengembangan media pembelarajan berbasis ICT, perencanaan dan penggunaan media pembelajaran untuk pembelajaran, pengembangan media pembelajaran pemeliharaan media pembelajaran, hakekat sumber belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar pembelajaran.

Mata kuliah Filsafat Umum ini memuat materi ajar yang mencakup arti dan lingkup filsafat, sebab-sebab lahirnya filsafat, perkembangan pemikiran filsafat sejak zaman Yunani Kuno sampai zaman modern, cabang-cabang dan aliran-aliran filsafat,  ciri dan karekteristik setiap aliran filsafat beserta tokoh-tokohnya. Juga  memuat ajaran-ajaran pokok dari para filsuf dan beragam aliran kefilsafatan.

This course is designed to give students fundamentals of Total Quality Management with emphasis on contemporary quality planning, control and management approaches, implementations and criticisms in education.

Mata kuliah Media Pembelajaran merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Dalam perkuliahan ini dibahas tentang konsep media pembelajaran, jenis media pembelajaran, peran media dalam pembelajaran, fungsi media pembelajaran, dan prinsip pemilihan media. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat merancang, membuat, dan mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum.


Sebagai kelanjutan dari Metodologi Penelitian I, Metodologi Penelitian II adalah mata kuliah berbasis kinerja mahasiswa dalam bentuk 18 tugas dimana mahasiswa secara individual dan berkelompok dituntut mampu merancang dan mempraktekkan suatu kegiatan penelitian ilmiah dalam bidang kependidikan, utamanya manajemen pendidikan Islam, dalam bentuk penelitian kuantitatif, kualitatif dan studi pustaka. Pada paruh pertama semester, mahasiswa diajarkan dan sekaligus mempraktekkan cara merancang penelitian secara benar sesuai dengan kaidah penelitian kuantitatif, kualitatif dan studi pustaka sebagaimana selama ini dipraktekkan di negara asalnya, Barat. Sedangkan pada paruh akhir semester, mahasiswa terjun ke lapangan (atau perpustakaan untuk studi pustaka) untuk mengumpulkan data. Setelah itu, mahasiswa mempraktekkan olah/analisa data sekaligus menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk laporan penelitian ilmiah.

Disini tempat berkumpulnya peserta pelatihan elearning seluruh Indonesia.

Filsafat Ilmu (Philosophy of Science) membahas fondasi, metode dan implikasi ilmu pengetahuan. Pokok bahasan terfokus pada syarat sesuatu itu disebut ilmu pengetahuan, reliabilitas teori ilmu pengetahuan, dan tujuan akhir dari ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, mata kuliah Filsafat Ilmu mengeksplorasi fondasi filsafat pada umumnya yang yaitu, ontology, epistemology dan axiology ketika mendiskusikan hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebenaran.

Matakuliah ini mengenalkan mahasiswa dengan Studi Islam dan berbagai pendekatan kajian dalam Studi Islam

Matakuliah Ilmu Pendidikan membahas konsep-konsep dan teori-teori pendidikan, baik teori-teori deskriptif maupun preskriptif, baik yang bersumber dari khasanah keilmuan Islam maupun umum. Melalui matakuliah ini diharapkan para mahasiswa dapat memahami konsep-konsep dan teori-teori pendidikan yang dapat digunakan dalam menjalankan proses pendidikan dan pembelajaran secara tepat, efektif dan efisien dan terhindar dari malpraktik pendidikan. Lebih dari itu, para mahasiswa dapat mengembangkan keilmuan pendidikan secara kreatif yang dapat dikontribusikan kepada masyarakat, bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Statistik pendidikan mengantarkan mahasiswa menguasai beberapa teknik statistik dan mampu mengaplikasikannya sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian. Oleh karenanya, mereka perlu difasilitasi dan didorong agar menguasai statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif mencakup tabel distribusi frekuensi, ukuran pemusatan dan penyebaran data. Statistik inferensial mencakup pengujian hipotesa berdasar pada analisa parametrik dan non parametrik.

Mata kuliah ini menuntut mahasiswa mahir menggunakan aplikasi SPSS dalam mengolah dan menganalisa data hasil penelitian di lapangan yang ditunjukkan dengan kemampuan membaca, menganalisa dan menginterpretasi printout hasil SPSS untuk beberapa teknik analisis data.

Adapun desain pembelajaran mata kuliah ini berupa ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, presentasi, dan praktik. 

Banyaknya tema yang harus disampaikan dalam Statistik semetara alokasi jam pelajaran hanya 2 atau 3 SKS membuat dosen kesulitan menyampaikan materi secara tuntas pada mahasiswa. SPSS hadir membantu dosen untuk tidak terjebak pada urusan kalkulasi formula pada setiap tema. Dosen dan mahasiswa bisa bersama-sama menganalisa data dan menginterpretasikannya sesuai kaidah Statistik tanpa harus banyak menghabiskan waktu pada kalkulasi rumus Statistik. Harapannya, dosen mampu membantu mahasiswa memahami kaidah Statistik dan mengaplikasikannya dalam analisa data kuantitatif. 

Mahasiswa memahami secara teoritis kaidah mendasar penelitian ilmiah dalam bidang pendidikan Islam yang lazim digunakan dalam penelitian skripsi yaitu penelitian kuantitatif, kualitatif dan studi pustaka.  Diawali dengan meletakkan dasar epistemologi ketiga jenis penelitian, i.e. Kuantitatif, Kualitatif dan Studi Pustaka, mata kuliah ini akan mengurai dengan jelas perbedaan arah, alur, olah dan analisa ketiga jenis penelitian.

Pendidikan Multikultural disampaikan di perguruan tinggi bukan seperti di tingkat SMA, yang dimaksudkan supaya peserta didik memiliki sikap yang multikultural, tetapi untuk mendiskusikan ideologi multikultural itu sendiri. Sebagai ideologi yang diimpor dari Barat, multikultural meski dibongkar (deconstruct) konteks politiknya seperti di USA (White and Black), UK (Local and Immigrant) dan Australia (White and Aborigins) sehingga bisa diketaui apakah relasi antara mayoritas dan minoritas itu dalam konteks untuk memberdayakan (empowering) minoritas atau justru memperlemah (weakening) minoritas. Kalau yang terjadi adalah pilihan yang kedua, multikultural adalah ideologi terselubung dalam rangka melanggengkan dominasi mayoritas terhadap minoritas. Proses dekonstruksi ideologi multikultural dari Barat ini lalu akan dibandingkan dengan konteks politik Indonesia untuk menentukan ideologi multikultural seperti apa yang cocok untuk diterapkan di Indonesia.